Kualitas Obat Generik Sama dengan Obat Bermerek

Image result for generik

Harga murah bukan berarti kualitas murahan. Itulah yang ingin ditegaskan pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Saat ini pemakaian obat generik di fasilitas kesehatan telah meningkat sebesar 60 hingga 70 persen. Hal ini dikarenakan kesadaran dan pemahaman masyarakat semakin baik tentang keuntungan penggunaan obat generik. Di samping itu, pemerintah juga menggencarkan pemakaian obat generik untuk pasien JKN.

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan mengenai proses pembuatan dan registrasi obat generik dan obat paten. Bahkan, mutu, khasian, manfaat, dan standar keamanannya pun sama. Perbedaannya adalah obat bermerek alias obat paten dipromosikan oleh produsennya, sehingga harganya jauh lebih mahal. Sementara obat generik hanya menjual zat aktifnya dan ditentukan pemerintah, jadi harganya lebih murah.

Perbedaan harga obat generik dan obat bermerek terbilang cukup jauh, selisihnya bisa mencapai 50 hingga 200 persen. Sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum menyadari dan memahami hal tersebut. Bahkan justru menganggap bahwa obat generik tidak semanjur obat bermerek dalam mengatasi penyakit. Ada juga yang menilai jika obat bermerek jauh lebih cepat menyembuhkan penyakit dibandingkan obat generik.

Menurut Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Linda Maura, pemerintah telah mengalokasikan biaya sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembelian obat generik bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, dan dokter praktek swasta. Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, menjelaskan bahwa ketersediaan obat di Indonesia sudah cukup memadai, karena di Indonesia terdapat lebih dari 200 industri farmasi.

Untuk menjaga kualitas obat yang beredar di pasaran, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan secara rutin untuk menguji kualitas obat. Berkualitas artinya adalah kandungan zat aktif dalam kemasan obat sesuai dengan labelnya, dosisnya pun harus sesuai.

Lebih Murah, Lebih Untung

Karena harganya yang murah namun kualitasnya sama dengan obat paten, maka peluang rumah sakit untuk memperoleh surplus lebih besar dibandingkan jika menggunakan obat bermerek. Salah satu rumah sakit yang sukses mendulang surplus besar lewat penggunaan obat generik adalah RS Annisa Tangerang. Rumah sakit tersebut berhasil memperoleh surplus sebesar Rp 765,9 juta melalui penggunaan obat generik pada penerapan sistem INA CBGs.

Menurut Direktur RS Annisa Tangerang, dr. Ediansyah, sekitar 30 hingga 40 persen biaya pengeluaran rumah sakit terserap untuk obat. Oleh karenanya, pihaknya beralih menggunakan obat generik. Ia menegaskan, efisiensi obat itu bukannya ‘ngotot’ menggunakan obat bermerek serta mengurangi jatah jumlah obat tersebut, melainkan menggantinya dengan obat generik. Dengan jumlah obat yang sama namun harga lebih murah, pihak rumah sakit pun dapat memperoleh surplus tanpa harus mengorbankan kesehatan pasien. Baik pasien maupun pihak rumah sakit akan sama-sama diuntungkan melalui pemanfaatan obat generik dalam pengobatan.

Sumber : http://binfar.kemkes.go.id/2014/05/kualitas-obat-generik-sama-dengan-obat-bermerek/#.WJG_pDjEncc

 

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: