Hari Kanker Sedunia

4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia

Tahukah Anda, kanker adalah perjuangan melawan penyakit yang tidak bisa kita pilih, namun kita semua ingin menang saat berjuang melawan penyakit ini. Kanker adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh, dan jiwa seseorang. Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita Kanker untuk sembuh.

Apapun tindakan yang dilakukan “We Can. I Can.” membuat perubahan yang positif dalam melawan Kanker.

Tindakan pencegahan dan pengetahuan penyakit sejak dini adalah salah satu kunci untuk menang melawan Kanker.

POLA HIDUP SEHAT TANPA KANKER

Kanker merupakan salah satu penyakit yang ditakuti banyak orang karena dapat menimbulkan kematian. Sayangnya, jumlah penderita kanker dewasa ini justru semakin bertambah seiring dengan meningkatnya polusi, radikal bebas, dan perubahan gaya hidup.

Di Indonesia sendiri, jumlah penderita kanker diperkirakan bertambah sebanyak 200 ribu orang per tahunnya. WHO bahkan menduga angka ini masih akan terus meningkat ke depannya. Angka kematian kanker pun termasuk tinggi, yakni menempati urutan kedua pada kematian akibat penyakit tidak menular setelah jantung di dunia.

  • Pola Makan untuk Mencegah Kanker

Meski disebabkan oleh banyak faktor, risiko terkena kanker dapat diturunkan dengan menerapkan pola hidup sehat. Termasuk di antaranya dengan mengatur pola makan Anda. Berikut ini tips utama dalam mengatur pola makan untuk mencegah kanker:

  • Mengatur komposisi makanan

Kombinasi diet yang tepat dapat menurunkan risiko terkena kanker dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja. Penelitian yang dilakukan American Institute for Cancer Research (AICR) menganjurkan agar Anda menerapkan diet berbasis nabati. Yakni dengan memenuhi dua pertiga porsi makanan Anda dengan sayuran, buah-buahan, dan serealia utuh, sementara sepertiga lainnya dapat ditambahkan daging atau ikan.

  • Perbanyak warna dalam masakan Anda

Bukan dengan pewarna makanan buatan, namun dengan memperbanyak variasi makanan dalam piring Anda. Seperti telah banyak diketahui, tumbuhan memiliki berbagai warna tergantung dari pigmen yang dikandungnya. Semakin beragam warna makanan Anda, semakin banyak nutrisi yang akan Anda dapatkan. Utamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang berwarna hijau, merah, dan oranye gelap karena kandungan nutrisinya semakin tinggi.

  • Kurangi konsumsi daging merah

Untuk mengurangi risiko terkena kanker usus besar dan colorectal, AICR menganjurkan agar konsumsi daging merah dibatasi sebanyak 510 g per minggu.

  • Kurangi makanan berlemak tinggi

Seperti mentega, margarine, dan santan. Lebih baik dapatkan asupan lemak alami dari kacang-kacangan atau biji-bijian. Lupakan jeroan, otak, makanan berkuah santan kental, dan kuning telur. Pilihlah daging tanpa lemak, makanan berkuah bening, susu rendah lemak, susu kedelai, yogurt, putih telur, dan ikan sebagai sumber protein yang baik

Hindari bahan pangan atau bahan pengawet yang dalam jangka panjang dapat menjadi pemicu kanker.

  • Batasi konsumsi alkohol

Alkohol diyakini dapat meningkatkan risiko terkena kanker mulut, tenggorokan, laring, esofagus, liver, payudara, usus besar, dan rectum. Peneliti menduga hal ini disebabkan oleh sifat alkohol yang dapat merusak DNA secara langsung, terutama jika dikombinasikan dengan merokok. AICR pun merekomendasikan agar konsumsi alkohol dibatasi tidak lebih dari dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas untuk wanita.

  • Perbanyak minum air putih

Air tidak hanya dapat melegakan dahaga, namun juga dapat mencegah timbulnya kanker kandung kemih. Pasalnya, cairan dapat mengencerkan konsentrasi zat penyebab kanker di kandung kemih.

Memperbanyak asupan cairan juga membuat Anda lebih sering buang air kecil sehingga mempersingkat kontak antara zat tersebut dengan sistem perkemihan Anda.

  • Konsumsi polong-polongan

Sudah bukan rahasia lagi jika polong-polongan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Polong-polongan pun diyakini dapat membantu memerangi kanker. Hal ini dikarenakan polong-polongan mengandung fitokimia yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas pemicu kanker. Dalam beberapa penelitian, fitokimia tersebut mampu memperlambat pertumbuhan tumor dan mencegahnya mengeluarkan zat yang dapat merusak sel ubuh.

  • Olah makanan secara tepat

Tak hanya bahan makanan, cara Anda memasak pun berpengaruh terhadap risiko terjadinya kanker. Menggoreng, membakar, dan memanggang daging dengan temperatur sangat tinggi dapat membentuk senyawa karsinogen yang menyebabkan kanker. Cobalah menggunakan metode memasak lainnya seperti merebus atau mengkukus untuk meminimalisir terbentuknya karsinogen.

  • Kurangi konsumsi gula dan garam

Gula mungkin tidak menyebabkan kanker secara langsung, namun dapat menghilangkan nutrisi lain yang dapat membantu melawan kanker. Gula juga dapat meningkatkan jumlah kalori dalam tubuh yang dapat memicu obesitas dan meningkatkan risiko terkena kanker. Coba gantikan gula Anda dengan madu atau buah yang kaya akan nutrisi bermanfaat bagi kesehatan.

Konsumsi garam pun perlu dibatasi agar tidak lebih dari 2,4 g dalam sehari. Penelitian menunjukkan bahwa asupan garam berlebih dapat merusak lapisan perut. Para ahli menilai hal itu bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker perut.

  • Jangan hanya mengandalkan suplemen

Vitamin memang membantu mencegah kanker, namun baru bisa berfungsi maksimal jika diperoleh dari makanan. American Cancer Society dan AICR menekankan bahwa memperoleh nutrisi pencegah kanker dari makanan seperti polong, buah, dan sayuran jauh lebih baik daripada mendapatkannya dari suplemen. Pasalnya, konsumsi suplemen dalam dosis tinggi justru diperkirakan dapat mempengaruhi risiko terkena kanker.

  • Jangan Lupa Berolahraga

Olahraga rutin juga membantu pasien menjaga berat badan mereka, yang mana hal ini penting, karena sebagaimana diketahui peningkatan berat badan dapat menyebabkan kambuhnya kanker, terutama untuk kanker payudara, kolon dan prostat.

Sumber :

https://www.webkesehatan.com/pola-makanan-mencegah-kanker/

https://id.parkwaycancercentre.com/jangan-lupa-berolahraga/

http://www.cancerhelps.info/pola-hidup-sehat.html

 

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: