Sesak Napas atau Dyspnea

sesak-napas-relidoc

ReliDoc – Jakarta. Hi Reli Friends, apakah kamu sering merasa sakit dada kamu? Susah bernapas? Sesak dada? Apabila iya, maka kamu terkena penyakit sesak napas atau dyspnea, penyakit ini merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan loh. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak artikel berikut.

Definisi Sesak Napas

Sesak Napas atau Dyspnea merupakan kondisi seseorang kesulitan bernapas. Penyakit ini umumnya merupakan penyakit yang muncul ketika Anda berada di ketinggian tinggi maupun olahraga terlalu berat. Penyakit dyspnea sendiri dapat mengganggu hingga menyakitkan Anda. Biasanya dikarenakan adanya penyakit atau gangguan kesehatan.

Ada dua jenis Dyspnea:

  1. Dyspnea akut.
    Untuk yang akut sendiri biasanya terjadi secara mendadak dan dalam waktu singkat.
  2. Dyspnea kronis.
    Umumnya terjadi dalam jangka waktu lama dan kemungkinan sering kambuh.

Gejala Sesak Napas

Dyspnea yang terjadi setelah olahraga berat dapat dimengerti. Namun, Anda harus mencari perhatian medis jika salah satu dari berikut ini terjadi:

  • Sesak napas lebih cepat dari biasanya setelah melakukan aktivitas fisik.
  • Anda terengah-engah setelah aktivitas yang biasanya Anda tangani tanpa masalah.
  • Anda mulai mengalami sesak napas tanpa penjelasan apapun.

Penyebab Sesak Napas Akut

Untuk Dyspnea akut sendiri memiliki beberapa penyebab yang mendasari mengapa bisa terjadi, di antaranya:

  • Emboli paru (bekuan darah di paru-paru). Adanya penyumbatan pembuluh darah di Paru-paru.
  • Pneumonia. Peradangan di paru-paru yang menyebabkan sulit bernapas.
  • Keracunan karbon monoksida. Polusi udara mengandung terlalu banyak zat ini maka bisa membuat tubuh mengganti oksigen dalam sel darah merah dengan karbon monoksida. Zat yang berada di kayu, arang, bensin dan lainnya.
  • anafilaksis (reaksi alergi parah). Syok terhadap reaksi alergi yang berat, yang menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis dan penyempitan saluran pernapasan.
  • Stress atau merasa cemas. Sesak napas juga dapat terjadi dikarenakan merasa adanya tekanan stress maupun merasa cemas.
  • Suhu ekstrim. Biasanya paparan suhu ekstrem dari dingin ke panas dan dingin, maupun sebaliknya, juga dapat menyebabkan terjadinya sesak napas.

efusi pleura. Adanya penumpukan cairan di rongga pleura.

Penyebab Sesak Napas Kronis

Untuk Dyspnea kronis sendiri berlangsung lama, beberapa penyebabnya merupakan:

  • Serangan jantung, gagal jantung kongestif, dan aritmia
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hipertensi paru, dan kanker paru.
  • Obesitas
  • Kanker, gagal ginjal, atau anemia

Faktor yang Memperburuk Sesak Napas

Polusi lingkungan seperti bahan kimia, asap, debu, dan asap dapat mempersulit penderita dyspnea untuk bernapas. Orang dengan asma mungkin menemukan bahwa paparan alergen seperti serbuk sari atau jamur dapat memicu dyspnea. Begitu pula beberapa polutan, seperti merokok tembakau.

Cara Pencegahan

Anda dapat mencegah agar tidak terjadi dyspnea dengan beberapa hal:

1. Olahraga yang teratur

Melakukan diet atau berolahraga juga dapat mengatasi sesak napas, terutama pada kondisi sesak napas karena obesitas.

2. Obat-obatan

Pemberian obat dilakukan untuk mencegah terganggunya jalan napas dan produksi lendir yang berlebihan.

3. Hindari Alergi

Coba hindari pemicu alergi dari asap kendaraan maupun debu, gunakan masker untuk meminimalisir terkena alergi apabila di luar. Jangan lupa untuk membersihkan lingkungan sekitar agar tidak terkena alergi di lingkunganmu

4. Makan makanan bergizi.

Salah satu upaya menjaga kesehatan saluran pernapasan adalah dengan menjalankan pola hidup sehat yakni mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin. Hindari makanan dengan lemak jenuh dan potensi oksidan seperti junk food, sate, makanan berkaleng,  berlemak, dan lainnya.

5. Tidur dan Istirahat Cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu merilekskan tubuh dan melegakan pernapasan Anda.

6. Hindari Stress dan Hindari Merokok

Ketika Anda dihadapkan pada situasi yang memicu stres, terjadi reaksi kimia terjadi di dalam tubuh yang disebut fight or flight (lawan atau lari). Pernapasan menjadi lebih cepat, otot menegang, dan naiknya tekanan darah. Otot-otot pada saluran pernapasan yang menyempit membuat Anda merasa tidak mendapatkan cukup udara atau sesak napas.

Kelola stress Anda, penting untuk menemukan cara untuk mengatasinya, seperti hobi, olahraga, atau terapi. Hindari cara mengatasi yang berdampak negatif pada Anda, seperti merokok atau minum alkohol.

Pengobatan

Apabila telah melakukan diagnosis ke dokter dan sudah di cek sumber utama yang membuat sesak napas apa saja, maka akan diberikan pengobatan yang sesuai dengan gejalanya, apabila susah bernapas akibat serangan asma atau PPOK, biasanya dokter akan memberi resep obat bronkodilator atau steroid. Lalu untuk bakteri, biasanya akan diresepkan obat antibiotik. Apabila ada cedera disebabkan cedera, maka akan dilakukan bedah ataupun operasi.

Komplikasi

Kondisi sesak napas sendiri sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan oksigen dan kehilangan kesadaran. Kondisi ini dapat menyebabkan hipoksia (oksigen dalam jaringan tubuh rendah) serta hipoksemia (oksigen dalam darah rendah).

Sesak napas merupakan penyakit serius, sehingga penanganan dan perawatan langsung oleh dokter dan konsumsi obat-obatan tertentu perlu dilakukan. Konsultasi dengan dokter sangat penting terutama dalam obat-obatan yang dikonsumsi.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliDoc untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhanmu. Nikmati fasilitas telemedicine Chat Dokter 24/7 secara gratis di aplikasi ReliDoc. Yuk langsung download aplikasi ReliDoc, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliDoc One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

 

Sumber

Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Dyspnea
MedicalNewsToday. Diakses pada 2022. What is dyspnea?
MayoClinic. Diakses pada 2022. Shortness of breath

Ditinjau oleh: dr. Christian Hendra Raharja

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn