Kawasaki Disease

Kawasaki Disease

ReliDoc – Jakarta. Anak demam dengan ruam di sekujur tubuh, kemungkinan anak kamu terkena kawasaki disease loh, yuk simak lebih lanjut di bawah ini!

Apa itu Kawasaki Disease?

Penyakit Kawasaki adalah penyakit demam akut yang terutama menyerang anak kecil yang biasanya terjangkit pada anak di bawah usia lima tahun. Pertanda dari hal ini, adanya demam, ruam kulit, konjungtivitis, pembengkakan kelenjar getah bening dan radang pembuluh darah.

Di samping itu, penyakit ini merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada arteri pada seluruh tubuh. Umumnya, peradangan biasanya terjadi pada arteri koroner, yang memasok darah ke otot jantung.

Selanjutnya, slain menyerang arteri, penyakit Kawasaki juga bisa menyerang kelenjar getah bening, kulit, dan selaput lendir pada mulut, hidung, dan tenggorokan.

Penyebab Penyakit Kawasaki

Hingga saat ini, penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti. Walaupun gejala awalnya mirip dengan penyakit infeksi, namun tidak dapat dibuktikan bahwa penyakit ini timbul karena infeksi. Selain itu, penyakit Kawasaki juga tidak menular.

Namun, orang meyakini penyakit Kawasaki  berkaitan dengan kelainan genetik yang terturunkan dari orang tua. Faktanya, berdasarkan penelitian, penyakit ini berisiko lebih tinggi pada anak di bawah usia 5 tahun, terutama pada laki-laki.

Gejala Kawasaki Disease

Umumnya, gejala penyakit Kawasaki muncul dalam waktu 2 hingga 4 minggu setelah terinfeksi dan dapat bertahan hingga 6 minggu. Berikut gejala yang paling umum, meliputi:

  • Demam tinggi: Suhu anak tetap di atas 38,9°C setidaknya selama 5 hari.
  • Ruam kulit: Anak mungkin mengalami ruam kulit merah dan bergelombang di badan, wajah, dan anggota badan.
  • Konjungtivitis: Mata merah dan bengkak, sensitivitas cahaya, dan mata berkaca-kaca adalah gejala umum konjungtivitis pada penyakit Kawasaki.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening: Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher, adalah tanda umum penyakit Kawasaki.
  • Peradangan pembuluh darah: Anak mungkin mengalami kulit merah, pecah-pecah, dan mengelupas di ujung jari tangan dan kaki.

Ringkasnya, diagnosis penyakit Kawasaki  berdasarkan gejala klinis dan riwayat medis. Setidaknya, tes darah, ekokardiogram, dan penggunaan tes diagnostik lainnya juga dapat untuk memastikan diagnosis.

Pencegahan Kawasaki Disease

Berikut beberapa cara mencegah Penyakit Kawasaki:

  1. Mencuci tangan secara teratur: Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air untuk mengurangi risiko infeksi.
  2. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit: Jauhkan anak-anak dari orang lain yang sakit untuk mengurangi risiko infeksi.
  3. Tingkatkan sistem kekebalan: Dorong anak-anak untuk menjaga pola makan yang sehat, tidur yang cukup, dan melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan sistem kekebalan mereka.
  4. Segera cari pertolongan medis: Jika seorang anak mengalami gejala penyakit Kawasaki, segera cari pertolongan medis untuk mengurangi risiko komplikasi dan kerusakan jantung.
  5. Vaksinasi anak-anak: Anak-anak harus menerima semua rekomendasi vaksin masa kanak-kanak untuk melindungi dari penyakit yang dapat meningkatkan risiko penyakit Kawasaki.

Jadi, perlu kita ketahui bahwa penyebab pasti penyakit Kawasaki masih belum jelas, dan tidak ada cara khusus untuk mencegah penyakit tersebut. Namun, mengambil tindakan pencegahan ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan mencegah perkembangan komplikasi.

Pengobatan Kawasaki Disease

Berikut pengobatan untuk Penyakit Kawasaki:

  • Imunoglobulin intravena (IVIG): Pada umumnya, IVIG adalah pengobatan yang membantu mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan pada pembuluh darah dan jantung. Perawatan melibatkan pemberian infus imunoglobulin intravena, protein yang ada dalam darah, untuk membantu melawan peradangan yang timbul oleh penyakit Kawasaki.
  • Aspirin dosis tinggi: Demikian pula, penggunaan aspirin untuk mengurangi peradangan dan mencegah pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah. Anak-anak dengan penyakit Kawasaki biasanya dengan pemberian aspirin dosis tinggi sampai demam mereda dan kemudian dosis yang lebih rendah selama beberapa minggu lagi untuk mencegah kekambuhan.
  • Kortikosteroid: Selanjutnya, pada kasus yang parah, penggunaan kortikosteroid juga dapat untuk mengurangi peradangan. Faktanya, kortikosteroid adalah obat antiinflamasi yang kuat yang dapat membantu mengurangi risiko kerusakan jantung dan mencegah perkembangan penyakit.
  • Rawat Inap: Sepertinya, dalam beberapa kasus, anak-anak dengan penyakit Kawasaki mungkin perlu perawatan di rumah sakit untuk observasi dan perawatan. Ini biasanya adalah rekomendasi untuk anak-anak yang memiliki gejala parah atau yang berisiko tinggi mengalami kerusakan jantung.
  • Pemantauan ketat: Ternyata, anak-anak dengan penyakit Kawasaki mungkin perlu pemantauan secara ketat setelah pengobatan untuk memastikan bahwa penyakit tersebut tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang dan untuk memantau perkembangan penyakit jantung.

Hal yang utama, tujuan pengobatan penyakit Kawasaki untuk mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan pembuluh darah dan jantung. Tentu saja, mendiagnosis lebih awal dan pengobatan segera sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan mencegah kerusakan jantung. Sehingga, penting bagi anak-anak dengan penyakit Kawasaki untuk menerima pengobatan yang cepat dan tepat untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Komplikasi Kawasaki Disease

Akibatnya, jika tidak mendapatkan pengobatan, penyakit Kawasaki dapat menyebabkan sejumlah kondisi serius, antara lain:

  • Serangan jantung
  • Peradangan pada arteri jantung
  • Aritmia jantung
  • Masalah dengan katup jantung
  • Radang otot jantung

Pendek kata, selalu ingat untuk melakukan pencegahan yang ketat agar tidak terjangkit penyakit ini ya. Karena komplikasi yang terjadi sangat berbahaya, jaga diri kamu dan anak tercinta. Namun, apabila ada tanda-tanda atau gejala yang terjadi, kamu bisa konsultasi ke dokter ya.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliDoc untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine Chat Dokter 24/7 secara gratis di aplikasi ReliDoc. Yuk langsung download aplikasi ReliDoc, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliDoc One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel Kawasaki Disease

American Heart Association. Akses pada 2023. Kawasaki Disease.
National Health Service UK. Akses pada 2023. Kawasaki Disease.
Mayo Clinic. Akses pada 2023. Diseases & Conditions. Kawasaki Disease.
Jarvis, S. Patient. Akses pada 2023. Kawasaki Disease.

Ditinjau oleh: dr. Teddy H

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn