ReliDoc – Jakarta. Di era digital seperti sekarang, penggunaan gawai sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan gawai yang terlalu lama bisa memunculkan beragam masalah kesehatan, salah satunya tech neck. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa nyeri dan kaku, tetapi juga memiliki dampak serius lho Reli Friends. Oleh karena itu, yuk simak ulasan lengkap tech neck dalam artikel ini agar Reli Friends makin tahu dan bisa meminimalisir dampak dari masalah kesehatan yang satu ini.
Tech neck atau yang juga dikenal text neck merupakan istilah nonmedis untuk masalah kesehatan pada area sekitar leher akibat terlalu lama menggunakan gawai atau duduk di depan komputer. Saat melakukan aktivitas tersebut, umumnya banyak orang yang menundukkan kepala. Tanpa kita sadari, posisi ini justru memberi tekanan besar pada leher.
Tentunya semakin menunduk, semakin besar pula beban yang harus ditahan oleh otot dan tulang leher. Tekanan berlebih inilah yang kemudian menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher, bahu, dan punggung atas.
Gejala tech neck tergantung pada kebiasaan penggunaan gawai dan postur tubuh. Namun, gejala umum yang penderita tech neck rasakan, antara lain:
Jika tidak segera kita atasi, gejala tech neck bisa memunculkan berbagai dampak, di antaranya:
Selain itu, tech neck juga berisiko memunculkan komplikasi penyakit, yakni:
Dalam kasus gejala ringan, tech neck bisa teratasi dengan langkah sederhana sebagai berikut:
Terapi dan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu memperkuat otot leher dan bahu. Dengan melakukan langkah ini, postur tubuh mampu menopang kepala dengan lebih baik dan mengurangi tekanan pada tulang belakang. Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga membantu menjaga tubuh tetap fleksibel.
Peregangan otot secara teratur penting untuk mengurangi kaku otot, meningkatkan fleksibilitas ligamen, dan memulihkan rentang gerak leher.
Memodifikasi ergonomis dan kebiasaan sehari-hari sangat penting untuk mencegah beban berlebih pada leher. Berikut langkah modifikasi ergonomis yang bisa diterapkan:
Istirahat rutin turut membantu mengurangi ketegangan otot leher dan bahu. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari penggunaan gawai atau komputer terlalu lama tanpa jeda.
Terakhir, menerapkan aturan 20-20-20. Yakni, setiap 20 menit alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi ketegangan pada mata, tetapi juga pada leher.
Tech neck menjadi salah satu dampak nyata dari gaya hidup digital yang sulit dihindari saat ini. Meski sering dianggap sebagai keluhan ringan, kondisi ini nyatanya bisa mempengaruhi postur tubuh hingga kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, Reli Friends perlu peka dan mawas diri sejak dini agar masalah kesehatan ini tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih kronis.
Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliCare untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine “ReliDoc” 24/7 secara gratis di aplikasi ReliCare. Yuk langsung download aplikasi ReliCare, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.
ReliCare A Happy and Healthy Lifestyle Community, platform digital untuk komunitas gaya hidup sehat dan bahagia.
Healthline. Akses pada 2026. Tech Neck: Signs, Causes, and Prevention
Mayo Clinic Health System. Akses pada 2026. ‘Tech neck’: Technology’s effect on your neck
Medical News Today. Akses pada 2026. What to know about text neck syndrome
Ditinjau oleh: dr. Teddy H
Bagikan Artikel Ini