Kosmetik yang Sehat dan Aman bagi Kulit Anda

Kosmetik yang Sehat dan Aman

ReliDoc – Jakarta. Setidaknya, belum lama ini ada 5 produk kosmetik ilegal yang banyak dijual secara online melalui marketplace. Bahkan kosmetik tersebut mengandung bahan yang berbahaya dan dapat memicu kanker kulit! Yuk simak kosmetik yang sehat dan aman bagi kulit Anda pada artikel ini!

Kosmetik

Sepertinya, kosmetik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari baik pria maupun wanita. Pastinya, banyak orang ingin tampil menarik dan merasa nyaman, dan mereka menggunakan kosmetik untuk mencapai hal ini. Karena prevalensi kosmetik dalam masyarakat, penting untuk menjadi konsumen yang terinformasi dan terdidik. Maka, pelajari kandungan yang ada dalam kosmetik dan bagaimana pengaruhnya terhadap Anda.

Baca Label, Kandungan dan Keamanan dari Produk Kosmetik

Pendek kata, banyak orang mencari produk kecantikan yang terformulasikan dari bahan-bahan sehat dan tidak beracun. Sayangnya, tidak mudah bagi konsumen untuk mengenali merek mana yang benar-benar menyehatkan dirinya dan lingkungan. Terkadang, label yang mengklaim produk tersebut “hijau”, “alami”, atau “organik”, dan tidak dapat kita andalkan.

Penting bagi Anda, sebagai konsumen, untuk mendapatkan informasi dan membeli produk kosmetik yang sehat dan aman bagi Anda dan lingkungan, seperti keaslian produk, kemasan, label, izin edar dan tanggal kedaluwarsa. Ketahuilah bahwa beberapa bahan kimia dalam produk kosmetik tertentu mungkin berbahaya.

Kategori Bahan Berbahaya pada Produk Kosmetik

Hal yang terpenting, untuk membantu Anda mengambil keputusan yang tepat. Berikut ini empat kategori utama bahan berbahaya yang ada dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi:

1. Surfaktan

Surfaktan adalah senyawa dalam produk pembersih atau deterjen yang memiliki fungsi untuk membantu menghilangkan kotoran. Mereka memecah pelarut berminyak yang diproduksi oleh kulit sehingga dapat bersih dengan air. Kombinasi surfaktan dengan bahan tambahan seperti pewarna, parfum, dan garam dalam produk seperti alas bedak, sabun mandi cair, sampo, dan body lotion. Mereka mengentalkan produk, memungkinkannya menyebar secara merata dan membersihkan serta berbusa.

2. Pengkondisian Polimer

Ini mempertahankan kelembapan pada kulit atau rambut. Gliserin, komponen alami minyak nabati dan lemak hewani, produksi secara sintetis pada industri kosmetik. Ini adalah polimer pengkondisi tertua, termurah, dan terpopuler. Umumnya, polimer pengkondisi digunakan dalam produk rambut untuk menarik air dan melembutkan rambut sekaligus menggembungkan batang rambut. Mereka menjaga produk agar tidak mengering dan menstabilkan wewangian agar aroma tidak merembes melalui botol atau tabung plastik. Bahan ini juga membuat produk seperti krim cukur terasa halus dan licin, serta mencegahnya menempel di tangan Anda.

3. Pengawet

Pengawet adalah bahan tambahan yang menjadi perhatian khusus konsumen. Umumnya, penggunaan bahan ini untuk memperlambat pertumbuhan bakteri dan memperpanjang umur simpan produk. Hal ini dapat mencegah suatu produk menyebabkan infeksi pada kulit atau mata. Industri kosmetik sedang bereksperimen dengan nama kosmetik pengawet diri, yang menggunakan minyak atau ekstrak tumbuhan sebagai pengawet alami. Namun, bahan ini dapat mengiritasi kulit atau menimbulkan reaksi alergi. Banyak yang memiliki bau menyengat yang tidak sedap.

4. Parfum

Parfum atau wewangian bisa menjadi bagian paling berbahaya dari sebuah produk kecantikan. Wewangian seringkali mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Lebih daripada itu, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk menghindari produk apa pun yang menyertakan istilah “wewangian” dalam daftar bahannya.

Bahan Terlarang dan Dibatasi

Menurut lembaga FDA, bahan-bahan berikut ini terlarang secara hukum dalam kosmetik:

  • bithionol
  • propelan klorofluorokarbon
  • chloroform
  • halogenated salicylanilides, di-, tri-, metabromsalan dan tetrachlorosalicylanilide
  • metilen klorida
  • vinil klorida
  • kompleks yang mengandung zirkonium
  • bahan dari ternak yang dilarang

Selain itu, FDA juga mencantumkan bahan-bahan berikut, yang boleh digunakan tetapi dibatasi secara hukum:

  • hexachlorophene
  • senyawa merkuri
  • tabir surya dalam kosmetik

Penutup

Memang, kosmetik adalah bagian dari kehidupan banyak orang, dan terkadang pemasarannya bisa menyesatkan. Saat Anda menggunakan kosmetik atau produk perawatan pribadi, sebaiknya baca label produk dan melakukan riset. Namun, jika Anda mengalami masalah pada kulit, setelah penggunaan kosmetik, sebaiknya berhenti menggunakan produk tersebut dan hubungi layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliCare untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine ReliDoc 24/7 secara gratis di aplikasi ReliCare. Yuk langsung download aplikasi ReliCare, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliCare One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel Kosmetik yang Sehat dan Aman bagi Kulit Anda

Healthline. Akses pada 2023. Healthy Cosmetics: Safety, Ingredients, and More
WebMD. Akses pada 2023. What’s in Your Makeup?
FDA. Akses pada 2023. Cosmetics: Tips for Women

Ditinjau oleh: dr. Teddy H

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn