Kutu Rambut pada Anak? Begini Cara Mengatasinya

Kutu Rambut pada Anak Begini Cara Mengatasinya

ReliDoc – Jakarta. Anak suka menggaruk-garuk kepalanya? Mungkin itu pertanda anak terkena kutu rambut! Kutu rambut yang memakan darah dari kulit kepala manusia, paling sering menyerang anak-anak. Biasanya menyebar melalui perpindahan langsung dari rambut seseorang ke rambut orang lain. Yuk simak cara mengatasi kutu rambut pada anak pada artikel ini!

Apa itu Kutu Rambut?

Kutu rambut adalah serangga kecil yang tidak bersayap. Mereka hidup di antara rambut manusia dan memakan darah dari kulit kepala. Masalah ini adalah masalah yang umum, terutama bagi anak-anak. Penyakit ini menyebar dengan mudah dari orang ke orang, dan terkadang sulit untuk kita hilangkan. Gigitannya dapat membuat kulit kepala anak gatal dan teriritasi, serta menggaruk dapat menyebabkan infeksi.

Memang, kutu rambut tersebut mengganggu, namun tidak berbahaya dan tidak menyebarkan penyakit. Itu bukan tanda kebersihan yang buruk, karena kutu rambut membutuhkan darah dan mereka tidak peduli apakah itu dari orang yang bersih atau kotor. Sebaiknya segera atasi kutu rambut untuk mencegah penyebarannya.

Gejala Kutu Rambut pada Anak

Berikut ini tanda dan gejala umum kutu rambut pada anak, mungkin termasuk:

1. Gatal

Gejala kutu rambut yang paling umum adalah rasa gatal pada kulit kepala, leher, dan telinga. Ini merupakan reaksi alergi terhadap gigitan kutu. Saat seseorang terkena kutu rambut untuk pertama kalinya, rasa gatal mungkin tidak akan muncul selama 4 hingga 6 minggu.

2. Kutu pada Kulit Kepala

Anda mungkin dapat melihat kutu tersebut, namun seringkali sulit kita kenali karena ukurannya yang kecil, menghindari cahaya, dan bergerak cepat.

3. Telur Kutu (Nits) pada Batang Rambut

Telur kutu menempel pada batang rambut dan mungkin sulit terlihat karena ukurannya yang sangat kecil. Mereka paling mudah kita kenali pada sekitar telinga dan garis rambut di leher. Telur kutu yang kosong mungkin lebih mudah dikenali karena warnanya lebih terang dan jauh dari kulit kepala. Namun, keberadaan telur kutu bukan berarti ada kutu yang hidup.

4. Luka di Sekitar Kepala

  1. Luka di kulit kepala, leher dan bahu. Menggaruk dapat menyebabkan benjolan kecil berwarna merah yang terkadang dapat terinfeksi bakteri.

Cara Mengatasi Kutu Rambut pada Anak

Berikut ini, ada dua cara utama untuk mengobati kutu adalah:

1. Obat Kutu Rambut

Untuk obat mengatasi kutu rambut, tersedia shampo obat, krim bilas, dan lotion yang dapat membunuh kutu. Ini mungkin obat yang dijual bebas (OTC) atau obat resep. Jika Anda membeli obat yang dijual bebas, pastikan aman untuk usia anak Anda. Meskipun beberapa shampo yang dijual bebas aman untuk anak berusia 2 bulan, sampo lainnya hanya aman untuk anak berusia 2 tahun ke atas.

Baik obat yang dijual bebas maupun yang diresepkan, selalu ikuti petunjuknya dengan cermat. Menerapkan terlalu banyak bisa berbahaya. Menerapkan terlalu sedikit tidak akan berhasil.

2. Menghilangkan Kutu Rambut dengan Tangan

Menghilangkan kutu dan telur kutu dengan tangan dapat menyelesaikan tugasnya jika obatnya tidak sepenuhnya menghilangkan kutu pada anak Anda (tidak ada obat yang 100% efektif). Ini juga merupakan pilihan bagi siapa saja yang tidak ingin menggunakan insektisida. Dan ini adalah satu-satunya pilihan untuk anak berusia 2 bulan atau lebih muda, yang tidak boleh menggunakan obat pengobatan kutu.

Untuk melakukannya, gunakan sisir bergigi rapat pada rambut basah yang diberi kondisioner setiap 3–4 hari selama 3 minggu setelah kutu terakhir terlihat. Membasahi rambut untuk sementara menghentikan pergerakan kutu, dan kondisioner memudahkan menyisir rambut. Umumnya, dengan air dan kondisioner berfungsi dengan baik.

Hal Penting saat Pengobatan

Beberapa hal penting yang TIDAK BOLEH dilakukan: Jangan menggunakan pengering rambut setelah melakukan perawatan kulit kepala. Beberapa pengobatan kutu menggunakan bahan yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan kebakaran. Jangan gunakan semprotan pestisida atau menyewa perusahaan pengendalian hama untuk mencoba membasmi kutu, karena ini bisa berbahaya.

Jangan gunakan minyak esensial (seperti minyak pohon teh) untuk mengobati kutu di kulit kepala. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit dan tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Jangan pernah menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar seperti bensin atau minyak tanah pada siapa pun.

Pencegahan Kutu Rambut

Memang sulit untuk mencegah penyebaran kutu rambut pada anak-anak di rumah atau di sekolah karena banyaknya kontak dengan orang lain. Kemungkinan penyebaran tidak langsung dari barang-barang pribadi sangat kecil. Namun, untuk membantu mencegah penyebaran kutu rambut, Anda dapat memberitahu anak Anda untuk:

  • Gantungkan pakaian pada pengait yang terpisah dari pakaian anak lainnya.
  • Hindari berbagi sisir, sikat, topi dan syal.
  • Hindari berbaring di tempat tidur, sofa atau bantal yang pernah bersentuhan dengan penderita kutu rambut.

Ingatkan kepada anak Anda bahwa meskipun memiliki kutu rambut merupakan hal yang memalukan, tetapi siapa pun bisa tertular. Bukanlah tanda kekotoran atau kebersihan yang buruk. Serangga kecil yang mengganggu ini dapat menjadi masalah tidak peduli seberapa sering anak mencuci rambut atau mandi. Berurusan dengan kutu rambut bisa membuat frustasi, tapi bersabarlah. Ikuti tips perawatan dan pencegahan dari dokter Anda, dan keluarga Anda akan segera bebas kutu.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliDoc untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine Chat Dokter 24/7 secara gratis di aplikasi ReliDoc. Yuk langsung download aplikasi ReliDoc, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliDoc One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel Kutu Rambut pada Anak? Begini Cara Mengatasinya

Kids Health. Akses pada 2023. Head Lice
Healthy Children. Akses pada 2023. Head Lice: What Parents Need to Know
Mayo Clinic. Akses pada 2023. Head lice – Symptoms & causes

Ditinjau oleh: dr. Stevent

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn