ReliDoc – Jakarta. Sebagai orangtua, tentunya menjadi tantangan besar untuk menjaga kesehatan mata anak dari layar gadget. Kini, kebanyakan anak-anak menghabiskan waktu di layar baik TV atau gadget 5 hingga 7 jam sehari! Apa itu screen time dan bagaimana cara mengatur screen time bagi kesehatan mata anak Anda? Simak selengkapnya di sini!
Screen time adalah istilah untuk waktu aktivitas yang dilakukan di depan layar, seperti menonton TV, bekerja di depan komputer, atau bermain video game. Waktu menatap layar adalah aktivitas yang tidak banyak bergerak, artinya Anda tidak aktif secara fisik saat duduk. Sangat sedikit energi yang terpakai selama screen time.
Kebanyakan anak-anak menghabiskan sekitar 3 jam sehari untuk menonton TV. Jika digabungkan, semua jenis waktu pemakaian perangkat dapat berjumlah 5 hingga 7 jam sehari. Berikut dampak dari terlalu banyak waktu pemakaian perangkat dapat:
Waktu menatap layar meningkatkan risiko anak Anda mengalami obesitas karena:
Komputer dapat membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolahnya. Namun berselancar di internet, menghabiskan terlalu banyak waktu menonton video YouTube, juga merupakan screen time yang tidak sehat.
Menatap layar dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan gejala seperti:
Otot di sekitar mata, seperti otot lainnya, bisa menjadi lelah jika terus digunakan. Berkonsentrasi pada layar dalam waktu lama dapat menyebabkan kesulitan konsentrasi dan sakit kepala yang berpusat di sekitar pelipis dan mata. Anak-anak juga mungkin menggunakan perangkat layar yang pencahayaannya kurang ideal sehingga menyebabkan kelelahan karena menyipitkan mata.
Menatap pada jarak yang sama untuk waktu yang lama dapat menyebabkan sistem fokus mata menjadi kejang atau “terkunci” untuk sementara. Kondisi yang disebut dengan spasme akomodasi ini menyebabkan penglihatan anak menjadi kabur saat ia mengalihkan pandangan dari layar. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan komputer dan aktivitas dalam ruangan jarak dekat lainnya dapat memicu peningkatan angka miopia (rabun jauh) di kalangan anak-anak, meskipun hal ini belum terbukti. Lebih banyak waktu bermain di luar dapat menghasilkan perkembangan penglihatan yang lebih sehat pada anak-anak.
Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih jarang berkedip saat berkonsentrasi pada layar digital, sehingga dapat membuat mata kering dan iritasi. Penggunaan komputer desktop dan laptop bisa sangat mengganggu mata anak-anak, karena biasanya posisinya lebih tinggi dalam bidang visual dibandingkan buku, misalnya. Akibatnya, kelopak mata bagian atas cenderung terbuka lebih lebar sehingga mempercepat penguapan lapisan air mata.
Berikut ini adalah rekomendasi screen time berdasarkan kelompok umur:
Mengurangi hingga 2 jam sehari mungkin sulit bagi sebagian anak, karena TV mungkin merupakan bagian besar dari rutinitas harian mereka. Namun, Anda dapat membantu anak-anak Anda dengan memberi tahu mereka bagaimana aktivitas yang tidak banyak bergerak memengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan. Bicaralah dengan mereka tentang hal-hal yang dapat mereka lakukan untuk menjadi lebih sehat.
Untuk mengurangi waktu pemakaian perangkat:
Hal terpenting, anak-anak, terutama yang masih kecil, kemungkinan besar memerlukan bantuan dan pengingat untuk menggunakan perangkat layar digital dengan cara yang ramah mata. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang menjaga kesehatan mata dan penglihatan anak Anda, bicarakan dengan dokter anak Anda.
Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliCare untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine “ReliDoc” 24/7 secara gratis di aplikasi ReliCare. Yuk langsung download aplikasi ReliCare, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.
ReliCare One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.
My Kids Vision. Akses pada 2024. Screen time for children: how much is ok?
Specsavers. Akses pada 2024. Screen time for kids: Impacts and advice from our experts
Healthy Children . Akses pada 2024. Give Your Child’s Eyes a Screen-Time Break: Here’s Why
Medline Plus. Akses pada 2024. Screen time and children
Ditinjau oleh: dr. Teddy H
Bagikan Artikel Ini