ReliDoc – Jakarta. Hi Reli Friends, pada era digital seperti saat ini, headset sudah menjadi teman setia dalam berbagai aktivitas. Namun, di balik kenyamanannya, penggunaan headset yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi kesehatan telinga. Agar pendengaran tetap terjaga, yuk simak tips menjaga kesehatan telinga bagi pengguna headset!
Perkembangan teknologi membuat headset menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk hiburan, belajar, maupun bekerja. Meskipun praktis, penggunaan headset yang terlalu sering dan dalam waktu lama dapat berdampak buruk bagi kesehatan telinga. Paparan suara yang terlalu keras secara terus-menerus berisiko merusak pendengaran secara permanen. Selain itu, kebiasaan menggunakan headset yang tidak tepat juga dapat menyebabkan telinga berdenging, cepat lelah, dan menurunkan konsentrasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan telinga saat menggunakan headset. Berikut beberapa tips yang dapat Reli Friends terapkan:
Ringkasnya, mengatur volume suara adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan telinga saat menggunakan headset. Volume yang terlalu keras dapat merusak bagian telinga yang berfungsi untuk mendengar.
Agar tetap aman, gunakan volume tidak lebih dari 60% dari kapasitas maksimal perangkat atau Reli Friends juga dapat menerapkan aturan 60/60, yaitu mendengarkan dengan volume 60% selama maksimal 60 menit, lalu mengistirahatkan telinga sejenak, karena semakin tinggi volume dan semakin lama penggunaan, maka risiko gangguan pendengaran akan semakin besar.
Pemilihan headset yang ergonomis dan sesuai dengan bentuk telinga dapat membuat penggunaan lebih nyaman tanpa rasa sakit atau tekanan berlebih, meskipun penggunaannya dalam waktu lama. Oleh karenanya, pilihlah headset dengan bantalan yang lembut, bahan yang nyaman, kualitas audio yang baik dan kemampuan meredam suara luar agar penggunaan headset tetap aman.
Menjaga kebersihan headset sangat penting untuk melindungi kesehatan telinga. Headset yang kotor dapat menyimpan debu dan bakteri yang bisa menyebabkan gatal, iritasi, bahkan infeksi telinga. Oleh karena itu, headset perlu Reli Friends bersihkan secara rutin terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan telinga. Saat membersihkan, pastikan headset dalam kondisi mati dan kering sebelum menggunakannya kembali.
Selain itu, hindari penggunaan headset secara bergantian dengan orang lain.. Dengan menjaga kebersihan headset, penggunaan menjadi lebih nyaman dan risiko gangguan telinga dapat dikurangi.
Di lingkungan yang ramai atau bising, sebaiknya hindari penggunaan headset. Namun, jika headset harus digunakan, pilihlah headset dengan fitur peredam bising (noise-canceling). Fitur ini membantu mengurangi suara dari luar sehingga Reli Friends tetap dapat mendengar audio dengan jelas tanpa perlu menaikkan volume.
Memberikan waktu istirahat pada telinga setelah menggunakan headset di lingkungan yang bising merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Dengan memberi jeda, telinga tidak dipaksa bekerja terlalu keras sehingga kesehatan pendengaran tetap terjaga.
Penggunaan headset sesuai kebutuhan artinya menyesuaikan pemakaian dengan tujuan dan kondisi penggunaan. Sebaiknya, menggunakan headset hanya pada saat benar-benar diperlukan, untuk kebutuhan produktivitas atau kerja , saat rapat daring (virtual meeting), mendengarkan materi audio, atau conference call.
Menjaga kesehatan telinga sangat penting pada era digital saat ini. Dengan penggunaan headset yang bijak dan menerapkan tips pada artikel ini, risiko gangguan pendengaran dapat diminimalkan sehingga telinga tetap sehat dalam jangka panjang.
Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliCare untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine “ReliDoc” 24/7 secara gratis di aplikasi ReliCare. Yuk langsung download aplikasi ReliCare, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.
ReliCare A Happy and Healthy Lifestyle Community, platform digital untuk komunitas gaya hidup sehat dan bahagia.
World Health Organization (WHO). Akses pada 2026. Deafness and hearing loss
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Akses pada 2026. How Loud Is Too Loud?
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Akses pada 2026. Gangguan Pendengaran dan Upaya Pencegahannya
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA). Akses pada 2026. Protect Your Hearing
Mayo Clinic. Akses pada 2026. Hearing loss: Symptoms and causes
Ditinjau oleh: dr. Teddy H
Bagikan Artikel Ini