Waspada Gejala Malaria pada Anak!

Waspada Gejala Malaria pada Anak!

ReliDoc – Jakarta. Malaria juga dapat menyerang siapa saja, namun penyakit ini sangat rentan bagi anak-anak. Nah kita wajib waspada gejala malaria pada anak. Yuk, ketahui gejala dan cara penanganan malaria pada anak di bawah ini!

Penyebaran Malaria pada Anak

Umumnya, malaria merupakan penyakit yang timbul oleh parasit. Parasit ini tertularkan ke manusia dari gigitan nyamuk yang terinfeksi. Pasien malaria biasanya akan sakit dengan demam tinggi dan menggigil. Malaria mudah tertular melalui gigitan nyamuk, dan dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat. Akan tetapi, jika tidak ada pengobatan, penyakit ini bisa berakibat fatal, mulai dari anemia berat, gagal ginjal hingga kematian.

Malaria timbul oleh parasit bernama Plasmodium yang tertular oleh nyamuk betina dari genus Anopheles. Ada beberapa spesies Plasmodium yang dapat menyebabkan malaria, termasuk Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale.

Ketika nyamuk betina Anopheles menggigit seseorang yang terinfeksi malaria, ia akan menularkan parasit Plasmodium ke dalam tubuh korban. Parasit kemudian masuk ke dalam aliran darah dan mulai menginfeksi sel-sel merah dalam tubuh. Jika tidak terobati, infeksi ini dapat menyebabkan gejala malaria yang serius dan bahkan dapat berakibat fatal.

Penting untuk diingat bahwa hanya nyamuk betina dari genus Anopheles yang dapat menularkan malaria. Oleh karena itu, mencegah gigitan nyamuk betina adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah malaria pada manusia.

Meskipun penyakit ini jarang terjadi di daerah beriklim sedang, tapi malaria masih lazim di negara-negara tropis dan subtropis.

Gejala dan Ciri-Ciri Malaria pada Anak

Malaria pada anak dapat menimbulkan beberapa gejala yang berbeda-beda, tergantung pada jenis parasit malaria yang menyebabkan infeksi dan seberapa berat infeksinya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dan gejala malaria pada anak:

Malaria pada anak dapat menimbulkan beberapa gejala yang berbeda-beda, tergantung pada jenis parasit malaria yang menyebabkan infeksi dan seberapa berat infeksinya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dan gejala malaria pada anak:

1. Demam

Pada umumnya, demam adalah gejala utama malaria. Demam biasanya terjadi secara berkala, dengan anak merasa demam pada satu waktu dan kemudian merasa normal atau dingin pada waktu lain. Rentang demam biasanya berkisar antara 38 hingga 41 derajat Celsius.

2. Sakit Kepala

Anak yang terinfeksi malaria juga dapat merasakan sakit kepala yang hebat. Sakit kepala dapat terjadi bersamaan dengan demam atau dapat terjadi secara terpisah.

3. Mual dan Muntah

Anak yang menderita malaria juga dapat merasakan mual dan muntah. Mual dan muntah dapat terjadi karena demam dan sakit kepala atau dapat menjadi gejala terpisah.

4. Nyeri Otot

Nyeri otot adalah gejala umum malaria pada anak-anak. Anak dapat merasakan nyeri pada otot kaki, lengan, punggung, dan perut.

5. Anemia

Malaria dapat menyebabkan anemia pada anak-anak, terutama jika infeksinya berat dan tidak segera mendapatkan pengobatan. Anemia dapat menyebabkan kelemahan, mudah lelah, dan kulit yang pucat.

6. Kedinginan dan Gemetar

Kedinginan dan gemetar dapat terjadi pada anak-anak yang terinfeksi malaria. Hal ini terjadi karena demam yang tinggi dan berkisar antara 38 hingga 41 derajat Celsius.

7. Kesulitan Bernapas

Anak-anak yang menderita malaria yang berat dapat mengalami kesulitan bernapas. Hal ini dapat terjadi jika malaria menyebabkan cairan menumpuk pada paru-paru.

Jika anak kamu mengalami gejala seperti demam yang berulang, sakit kepala, mual, dan nyeri otot, maka segera periksakan anak ke dokter. Hal ini penting untuk mencegah infeksi malaria menjadi lebih berat dan mematikan. Dengan penanganan yang tepat dan segera, anak dapat sembuh dari malaria.

Cara Mencegah Malaria pada Anak

Malaria adalah penyakit menular yang dapat dicegah dengan beberapa tindakan pencegahan yang tepat. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah anak dari malaria:

1. Lindungi Anak dari Gigitan Nyamuk

Nyamuk Anopheles adalah vektor utama penyakit malaria, oleh karena itu, melindungi anak dari gigitan nyamuk adalah kunci dalam mencegah malaria. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan:

  • Pakailah pakaian yang menutupi seluruh tubuh anak, terutama saat berada di luar rumah dan di tempat-tempat yang memiliki banyak nyamuk.
  • Gunakan kelambu saat tidur. Pastikan kelambu tersebut tidak memiliki lubang dan ujungnya ditarik rapat di bawah kasur atau diikat ke dinding.
  • Selain itu, gunakan obat anti-nyamuk yang aman untuk anak. Obat anti-nyamuk dapat diaplikasikan pada kulit atau pakaian anak.

2. Jangan Biarkan Genangan Air di Sekitar Rumah

Umumnya nyamuk Anopheles tersebut berkembang biak di air yang stagnan, oleh karena itu, pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah kamu. Ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Menguras air dari pot bunga, bak mandi, dan wadah lain yang berisi air.
  • Membersihkan daerah sekitar rumah dari sampah yang dapat menampung air hujan.
  • Menutup wadah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti tong air atau bak mandi.

3. Berikan Obat Pencegahan Malaria

Jika anak tinggal atau berkunjung ke daerah yang terkena malaria, dokter mungkin akan meresepkan obat pencegahan malaria. Obat ini dapat membantu mencegah infeksi malaria jika diminum sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter.

4. Berikan Makanan yang Bergizi

Anak yang menderita kekurangan gizi lebih rentan terhadap malaria. Pastikan anak kamu mendapatkan makanan yang bergizi dan seimbang, termasuk sayuran, buah-buahan, protein, dan karbohidrat. Hal ini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit.

5. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Meningkatkan daya tahan tubuh anak juga dapat membantu mencegah malaria. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Pastikan anak kamu mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Ajarkan anak kamu untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  • Pastikan anak kamu mendapatkan vaksinasi yang diperlukan untuk mencegah penyakit lain yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh anak.

Mencegah anak dari malaria merupakan upaya yang penting untuk memastikan anak tetap sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat berbahaya. Dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, anak dapat terhindar dari malaria.

Perawatan pada Anak yang Terkena Malaria

Jika seorang anak terkena malaria, penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang dapat berakibat fatal. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menangani anak yang terkena malaria:

1. Konsultasikan dengan Dokter

Jika kamu mencurigai bahwa anak terkena malaria, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa apakah anak positif terkena malaria dan memberikan pengobatan yang tepat.

2. Berikan Obat Anti-Malaria

Setelah mendiagnosis anak dengan malaria, dokter akan meresepkan obat anti-malaria. Obat ini sangat penting untuk membunuh parasit dalam tubuh anak dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Pastikan untuk memberikan obat sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter dan jangan berhenti memberikannya sebelum dokter memutuskan bahwa anak kamu sudah sembuh.

3. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu anak kamu pulih dari malaria. Anak yang terkena malaria umumnya merasa sangat lelah dan lemah. Pastikan anak kamu cukup tidur dan beristirahat selama proses pemulihan.

4. Cukupi Kebutuhan Nutrisi

Malaria dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan pada anak. Namun, sangat penting untuk memastikan anak kamu tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk membantu tubuhnya pulih. Berikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau sup dan pastikan anak kamu minum cukup air.

5. Lindungi Anak dari Nyamuk

Mencegah gigitan nyamuk sangat penting untuk mencegah terjadinya malaria pada anak kamu. Pastikan anak kamu mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, gunakan kelambu saat tidur, dan gunakan obat anti-nyamuk yang aman untuk anak.

6. Periksa Kondisi Anak secara Berkala

Setelah anak kamu mulai mendapatkan pengobatan, pastikan untuk membawa anak kamu kembali ke dokter secara berkala untuk memeriksa kondisinya. Dokter akan memeriksa darah anak untuk memastikan bahwa parasit malaria telah dihilangkan dari tubuh anak dan memberikan saran lebih lanjut untuk pemulihan.

Malaria dapat berakibat serius jika tidak diobati dengan tepat, terutama pada anak-anak. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan perawatan yang adekuat, anak kamu dapat pulih sepenuhnya dari penyakit ini. Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika kamu mencurigai bahwa anak kamu terkena malaria atau memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang cara menangani malaria pada anak.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliCare untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine ReliDoc 24/7 secara gratis di aplikasi ReliCare. Yuk langsung download aplikasi ReliCare, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliCare One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel Waspada Gejala Malaria pada Anak!

Cleveland Clinic. Akses pada 2024. Malaria, Including Symptoms, Treatment, and Prevention
Kids Health. Akses pada 2024. Malaria
Medical News Today. Akses pada 2024. What to know about malaria

Ditinjau oleh: dr. Teddy H

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn