BAB Berdarah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

BAB Berdarah Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

ReliDoc – Jakarta. Panik ketika BAB yang keluar darah? Cara mengatasinya akan bervariasi tergantung dari penyebabnya! Yuk, kenali  penyebab dan cara mengatasi BAB berdarah di sini!

Apa itu BAB Berdarah?

Pada umumnya, Buang Air Besar atau BAB berdarah adalah kondisi yang mana saat buang air besar terdapat darah yang ikut keluar. Namun, keluarnya darah saat sedang BAB bukanlah hal yang dapat kita sepelekan. Biasanya, buang air besar berdarah merupakan kondisi yang terjadi karena adanya pendarahan pada saluran pencernaan seperti dari lambung, anus, rektum, atau usus besar bagian bawah atau adanya wasir atau radang usus.

Penyebab BAB Berdarah

Berikut penyebab dari kondisi ini berdasarkan letak pendarahannya, terbagi dalam 2 kondisi, yaitu:

1. Hematochezia

Hematochezia ini ditandai dengan munculnya darah dengan warna memerah dan terlihat segar pada kotoran atau tinja dan biasanya terjadi di dekat dubur karena adanya pendarahan pada saluran pencernaan (usus besar atau rektum).  Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hematochezia, seperti:

Kondisi ambeien atau wasir merupakan pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada rektum atau pada ujung usus besar atau rektum.

  • Fisura Ani atau Celah Anal

Ini adalah luka yang terjadi akibat cedera pada anus. Fisura ani paling sering timbul karena sembelit dan tinja yang besar dan keras.

  • Divertikulitis

Berikut adalah penyakit radang atau infeksi kantong kecil yang tidak biasa (divertikula) yang terbentuk pada saluran pencernaan terutama usus.

  • Radang Usus atau Enteritis

Enteritis adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan penyakit yang berhubungan dengan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Contoh penyakit radang usus adalah kolitis ulserativa atau penyakit Crohn.

  • Polip Kolon atau Usus Besar

Ini adalah peradangan kecil yang terbentuk pada lapisan usus, terutama pada usus besar atau rektum.

  • Kanker Usus Besar

Ini adalah penyakit tumor ganas yang membutuhkan tindakan segera.

2. Melena

Pendek kata, Melena adalah kondisi yang terjadi karena pendarahan pada bagian saluran pencernaan atas atau usus kecil. Pada kondisi ini darah yang keluar berwarna hitam pekat dan disertai bau yang tidak enak. Hal itu timbul karena darah telah bercampur dengan enzim dan asam lambung. Berikut beberapa penyebab dari kondisi ini:

  • Varises Esofagus

Esofagus adalah penghubung antara bagian kerongkongan dan lambung. Kondisi ini terjadi akibat adanya pembesaran vena yang tidak normal dan terletak pada esofagus.

  • Esofagitis

Kondisi peradangan pada lapisan kerongkongan akibat GERD.

  • Tukak Lambung

Tukak yang muncul pada dinding lambung karena terkikisnya lapisan dinding lambung sehingga menimbulkan luka pada dinding lambung.

  • Sindrom Mallory-Weiss

Terdapatnya robekan pada jaringan area kerongkongan yang berbatasan dengan bagian lambung.

  • Gastritis

Kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan.

  • Kanker Lambung

Pertumbuhan sel abnormal yang berawal pada perut.

Gejala

Berikut gejala yang dapat penderita rasakan:

  1. Mengalami sembelit.
  2. Demam, mual dan pusing atau sakit kepala.
  3. Perubahan frekuensi BAB.
  4. Sakit perut.
  5. Penurunan berat badan.
  6. Jumlah urine sedikit.
  7. Penurunan kesadaran.
  8. Penglihatan kabur.
  9. Kulit pucat dan dingin.
  10. Sesak napas dan kulit pucat dan dingin.

Cara Pengobatannya

Hal yang terpenting, kondisi BAB berdarah ini dapat kita atasi. Jadi tidak perlu khawatir. Jika darah yang keluar tidak banyak dan tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama, dokter akan memberikan obat. Namun jika kondisinya cukup parah, maka perlu dilakukan rawat inap. Berikut cara pengobatannya:

1. Pengobatan di Rumah

Kamu dapat melakukan penanganan sederhana di rumah dengan cara :

  • Mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran dan buahan.
  • Olahraga rutin.
  • Mengonsumsi air putih yang banyak.
  • Mengonsumsi obat yang sudah dokter resepkan.
  • Mandi air hangat untuk memperlancar aliran darah.
  • Menjaga kebersihan tubuh terlebih area dubur.

2. Pengobatan Medis

Pastinya, perawatan secara medis dilakukan di rumah sakit, melihat kondisi penderitanya. Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti :

  • Transfusi darah jika penderita telah kehilangan banyak darah.
  • Dilakukannya endoskopi dan colonoskopi, guna mengetahui penyebab utama darah yang keluar.
  • Pemberian obat-obatan, baik dari infus maupun obat yang harus di minum.

Jadi, itu dia pembahasan mengenai BAB berdarah. Oleh karena itu, jangan panik jika mengalami hal ini, kenali penyebabnya dan atasi sesuai dengan gejalanya. Jika perlu, lakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliDoc untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine Chat Dokter 24/7 secara gratis di aplikasi ReliDoc. Yuk langsung download aplikasi ReliDoc, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliDoc One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel BAB Berdarah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Healthline. Akses pada 2023. Everything You Need to Know About Rectal Hemorrhage (Rectal Bleeding).
Cleveland Clinic. Akses pada 2023. Rectal Bleeding.
Mayo Clinic. Akses pada 2023. Diseases & Conditions. Gastrointestinal Bleeding.

Ditinjau oleh: dr. Stevent

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn