Diare

Diare

ReliDoc – Jakarta. Mau tidur nyenyak tetapi malah ke kamar mandi terus menerus karena sakit perut? Ya, kejadian ini adalah diare yang membuat kita kebelet ke kamar mandi. Lalu, bagaimana ya untuk pencegahannya? Yuk simak bersama-sama di bawah ini.

Apa Itu Diare?

Diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami buang air besar yang encer atau tinja yang bersifat encer. Umumnya, penyakit ini terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit.

Untungnya, sakit ini biasanya berlangsung dengan jangka waktu pendek, hanya berlangsung beberapa hari. Biasanya berlangsung hingga 14 hari (diare akut). Namun, dalam beberapa kasus, diare berlangsung lebih dari 14 hari (diare kronis).

Gejala Diare

Untuk gejalanya bervariasi. Namun, gejala yang paling umum bagi penderita penyakit ini adalah:

  • Perut kembung
  • Kram
  • Tinja berbentuk tipis atau longgar
  • Tinja berair
  • Perasaan mendesak bahwa Anda perlu buang air besar
  • Mual dan muntah

Gejala yang lebih serius meliputi:

  • Darah atau lendir pada tinja Anda
  • Penurunan berat badan
  • Demam

Jika Anda memiliki tinja berair lebih dari tiga kali sehari dan Anda tidak minum cukup cairan, Anda bisa mengalami dehidrasi, yang bisa menjadi masalah serius jika tidak mendapatkan pengobatan.

Penyebab

Sejumlah penyakit dan kondisi dapat menyebabkan diare, antara lain:

  • Virus

Virus yang dapat menyebabkannya termasuk virus Norwalk (juga terkenal sebagai norovirus), adenovirus enterik, astrovirus, cytomegalovirus dan virus hepatitis. Rotavirus adalah penyebab umum diare akut pada anak. Coronavirus 2019 (COVID-19) juga telah terkait dengan gejala gastrointestinal, termasuk mual, muntah, dan BAB encer yang sering.

  • Bakteri dan Parasit

Paparan bakteri patogen, seperti E. coli atau parasit melalui makanan atau air yang terkontaminasi, menyebabkan sakit ini. Clostridium difficile (atau sebagai C. difficile) adalah jenis bakteri lain yang menyebabkan sakit ini, dan dapat terjadi setelah pemberian antibiotik atau selama perawatan di rumah sakit.

  • Obat-obatan

Banyak obat, seperti antibiotik, dapat menyebabkan penyakit ini. Antibiotik mengurangi infeksi dengan membunuh bakteri jahat, tetapi juga membunuh bakteri baik. Ini mengganggu keseimbangan alami bakteri pada usus Anda, yang menyebabkan diare atau infeksi yang tumpang tindih seperti C. difficile. Obat lain yang menyebabkan gejala ini adalah obat anti kanker dan antasida yang mengandung magnesium.

  • Intoleransi Laktosa

Laktosa adalah gula yang ada dalam susu dan produk susu lainnya. Orang yang mengalami kesulitan mencerna laktosa mengalami sakit ini setelah makan produk susu. Intoleransi laktosa dapat meningkat seiring bertambahnya usia karena kadar enzim yang membantu mencerna laktosa menurun seiring bertambahnya usia.

  • Fruktosa

Fruktosa adalah gula yang ada secara alami dalam buah-buahan dan madu. Kadang-kadang kita tambahkan sebagai pemanis untuk minuman tertentu. Fruktosa dapat menyebabkan gejala sakit ini pada orang yang kesulitan mencernanya.

  • Pemanis Buatan

Sorbitol, erythritol, dan mannitol – pemanis buatan adalah gula yang tidak dapat terserap yang ada dalam permen karet dan produk bebas gula lainnya – dapat menyebabkan sakit ini pada beberapa orang sehat.

  • Operasi

Operasi pengangkatan sebagian usus atau kandung empedu terkadang dapat menyebabkan diare.

  • Gangguan pencernaan lainnya

Diare kronis memiliki sejumlah penyebab lain, seperti IBS, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, penyakit celiac, kolitis mikroskopis dan pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan (SIBO).

Pencegahan

Diare yang timbul karena bakteri dan parasit, untuk pencegahannya dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menjaga kebersihan sanitasi baik di dalam rumah maupun di sekitar
  • Cuci makanan secara menyeluruh sebelum proses pemasakan.
  • Menyiapkan makanan dengan sempurna.
  • Sering-seringlah mencuci tangan. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Cuci tangan Anda setelah memegang daging mentah, menggunakan kamar kecil, mengganti popok, bersin, batuk, dan membuang ingus.
  • Gunakan hand sanitizer jika tidak bisa mencuci tangan. Jika tidak mendapatkan air dan sabun, gunakan pembersih tangan (hand sanitizer) berbasis alkohol. Oleskan pembersih tangan, seperti lotion tangan, dan tutupi bagian depan dan belakang tangan Anda. Gunakan produk yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

Vaksin Rotavirus

Vaksinasi Rotavirus. Vaksin rotavirus dapat melindungi anak dari diare yang timbul karena infeksi rotavirus. Penyakit ini bisa berbahaya karena menempatkan anak-anak pada risiko dehidrasi yang lebih tinggi.

Pengobatan

Pengobatan utama untuk diare adalah mencegah dehidrasi. Pasien dapat minum elektrolit untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare. Selain itu, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan lunak, suplemen probiotik, dan antidiare yang tersedia di apotek untuk mempercepat pemulihan diare.

Baca juga Terkena diare? Berikut makanan yang dapat dikonsumsi!

Untuk kondisi yang lebih serius, dokter meresepkan obat-obatan seperti:

  • Antibiotik
  • Obat Pereda nyeri
  • Obat yang memperlambat buang air besar

Anda dapat minum obat yang dijual bebas dalam bentuk cair atau tablet seperti bismut subsalisilat dan loperamide.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang disebabkan oleh diare adalah:

  • Dehidrasi ringan hingga berat.
  • Sepsis, infeksi serius yang menyebar ke organ lain.
  • Malnutrisi, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun, dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh pada anak.

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut, terutama jika diare berlanjut selama beberapa hari, segera hubungi dokter untuk mencari solusi terbaik, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliCare untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine ReliDoc 24/7 secara gratis di aplikasi ReliCare. Yuk langsung download aplikasi ReliCare, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliCare One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel Diare

Clevel and Clinic. Akses pada 2024. Diarrhea
Mayo Clinic. Akses pada 2024. Diarrhea
WebMD. Akses pada 2024. Diarrhea

Ditinjau oleh: dr. Teddy H

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn