Penyakit Panu

Penyakit Panu

ReliDoc – Jakarta. Kulit mempunyai bercak warna putih? Ini kemungkinan panu loh, sering terjadi di kulit kamu, ingin tahu kenapa kondisi ini bisa muncul dan bagaimana cara mencegah penyakit panu? Simak selengkapnya di sini!

Apa itu Panu?

Panu adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan adanya bercak putih kecil atau kemerahan pada kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Penyakit ini sering terjadi pada kulit kepala, leher, punggung, dan dada. Panu dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kondisi kulit yang lembab atau yang sering berkeringat.

Penyebab Penyakit Panu

Panu disebabkan oleh infeksi jamur yang bernama Malassezia furfur. Jamur ini dapat ditemukan pada kulit manusia dan biasanya tidak menyebabkan masalah. Namun, jika kondisi kulit lembab dan sering berkeringat, jamur ini dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan panu.

Gejala Panu

Panu adalah suatu kondisi kulit yang disebabkan oleh jamur dan ditandai dengan adanya bercak-bercak putih atau coklat keabuan pada kulit. Beberapa gejala yang dapat muncul pada panu antara lain:

  • Munculnya bercak-bercak putih atau coklat keabuan pada kulit yang umumnya berukuran kecil hingga sedang.
  • Terdapat rasa gatal atau perih di area yang terinfeksi.
  • Kulit terlihat kering dan bersisik di sekitar bercak-bercak panu.
  • Terdapat bercak-bercak panu yang dapat bergabung membentuk bercak yang lebih besar.
  • Terdapat ruam atau kulit merah di sekitar bercak panu.

Panu biasanya terjadi pada area kulit yang lembab, seperti lipatan paha, ketiak, dan kulit kepala. Meskipun panu tidak berbahaya, namun dapat membuat kulit terlihat tidak rapi dan dapat menyebar ke orang lain.

Faktor Risiko Panu

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena panu antara lain:

  • Kelembapan pada kulit, terutama pada area kulit yang lembab seperti lipatan paha dan ketiak, yang menyebabkan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan jamur.
  • Kurang menjaga kebersihan kulit dan memakai pakaian yang tidak bersih, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada orang yang sedang menjalani terapi kanker, menderita diabetes, atau HIV/AIDS.
  • Pemakaian obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan antibiotik, yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur pada kulit.
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi panu, seperti berbagi handuk atau pakaian.
  • Penggunaan kosmetik yang tidak cocok dengan jenis kulit atau dapat memicu pertumbuhan jamur.

Dalam beberapa kasus, panu juga dapat terjadi pada kulit kepala dan wajah. Faktor-faktor yang sama juga dapat meningkatkan risiko terjadinya panu pada bagian tubuh tersebut.

Pencegahan Panu

Panu adalah suatu kondisi kulit yang umum terjadi, terutama pada daerah kulit yang lembab, seperti lipatan paha, ketiak, dan kulit kepala. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada kulit manusia. Meskipun panu tidak berbahaya, namun dapat membuat kulit terlihat tidak rapi dan dapat menyebar ke orang lain.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit panu:

1. Jaga Kebersihan Kulit

Menghindari penyakit panu dapat dimulai dengan menjaga kebersihan kulit secara teratur. Mandi dua kali sehari, menggunakan sabun antibakteri, dan mengeringkan kulit dengan handuk yang bersih dapat membantu mengurangi pertumbuhan jamur pada kulit.

2. Hindari Kelembapan Kulit

Kelembapan pada kulit adalah tempat yang ideal untuk pertumbuhan jamur. Untuk menghindari hal ini, usahakan untuk menjaga kulit tetap kering, terutama pada area kulit yang lembab seperti lipatan paha dan ketiak. Gunakan bedak atau kain kering untuk menyerap kelembapan pada kulit.

3. Hindari Pakaian Basah atau Terlalu Ketat

Pakaian basah atau terlalu ketat dapat memperparah kondisi kulit yang lembab dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit panu. Hindari memakai pakaian yang basah atau terlalu ketat, terutama setelah melakukan aktivitas yang membuat berkeringat.

4. Gunakan Pakaian yang Bersih

Pakaian yang tidak bersih dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur. Pastikan untuk mencuci pakaian secara teratur dan mengganti pakaian yang berkeringat dengan segera.

5. Hindari Berbagi Barang Pribadi

Penyakit panu dapat menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi. Hindari berbagi handuk, pakaian, dan barang pribadi lainnya dengan orang lain.

6. Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat membantu mencegah infeksi jamur pada kulit. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, olahraga secara teratur, dan hindari stres dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Pengobatan Panu

Penanganan panu umumnya meliputi penggunaan krim atau salep yang mengandung zat antijamur. Pengobatan dapat berlangsung selama beberapa minggu tergantung pada kondisi kulit dan tingkat keparahan infeksi. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan kulit dan menghindari kondisi yang memicu tumbuhnya jamur.

Jika gejala tidak membaik atau semakin parah setelah beberapa minggu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bagi peserta Asuransi Reliance, dapat menggunakan Aplikasi ReliDoc untuk konsultasi dengan dokter perihal keluhan yang dialami. Nikmati fasilitas telemedicine Chat Dokter 24/7 secara gratis di aplikasi ReliDoc. Yuk langsung download aplikasi ReliDoc, kini tersedia di Google Play dan juga App Store.

ReliDoc One stop solution mobile app, kemudahan informasi dalam genggaman.

Sumber Artikel Penyakit Panu

Drugs. Akses pada 2023. Tinea Versicolor.
Healthline. Akses pada 2023. Tinea Versicolor.
Verywell Health. Akses pada 2023. An Overview of Tinea Versicolor.
Verywell Health. Akses pada 2023. Fungal Skin Infections: Types, Treatment, and Prevention.

Ditinjau oleh: dr. Teddy H

Bagikan Artikel Ini

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn